|
06 March 2009
Aku teringat kata-kata seorang dosen pada sebuah pertemuan mata kuliah "Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat" yang memang merupakan pondasi awal jurusanku di kampus, "PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM".
Aku sangat menyukai mata kuliah ini, karena selain semakin terbuka wawasan tentang jurusanku (yang dulu sempet bikin bingung). Selain menyukai mata kuliahnya, aku selalu menanti mata kuliah cepat usai. Bukan karena merasakan kejenuhan terhadap mata kuliah ini. NAmun aku selalu menanti sebuah wejangan yang apik dikemas oleh dosen.
Entah di pertemuan keberapa aku teringat tradisi yang sempat hilang dalam hidupku. Memberi salam pada setiap pertemuan dengan siapapun itu. Yah memang, kebiasaan itu sudah lama sekali kulewati begitu saja. Padahal di setiap salam ada doa yang kita ucapkan dan akan ada doa pula yang kita dapatkan.
Kemudian sedikit menyindir diriku yang kala itu tidak konsentrasi, sang dosen memberi tahu bahwa orang yang mempunyai konsentrasi tinggi adalah orang yang apabila beribadah khusyu. Khusyu tidak begitu saja di peroleh. Mungkin salah satu melatihnya dengan memperbanyak shalat dhuha dan shalat tahajud. Alhamdulillah sejak itu aku belajar untuk melakukan beberapa shalat sunat.
Terakhir yang kudapati dari beliau adalah, bahwa kita tidak boleh egois. Manusia tercipta sebagai makhluk sosial itu tidak bisa dipungkiri. Apabila kita jadi orang kaya tidak boleh sombong apalagi kepada yang miskin. Karena si miskin adalah ladang amal untuk mereka. Dan satu hal kecil yang menurutku unik. Bahkan untuk tersenyum pun kita membutuhkan orang lain. Karena bagaimana mungkin kita tersenyum sendiri????
NB: Aku ambil dari Blogku
http://nazhimah7989.multiply.com/journal/item/5/semestinya_tidak_perlu_egois
.png)



