raNgkuman maTeri sLdP

Print
PDF

Interpersonal communication

By : Ka Widy

Interpersonal communication adalah Proses pertukaran informasi di antara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya diantara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya (komunikasi langsung)

Tahapan – tahapan penyampaian informasi :

& Berfikir

& Menyampaikan

& Menerima Informasi

& Aplikasi

& Tanggapan Baik

Komunikasi adalah proses penyampain pesan dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.

Gaya Komunikasi :

«  Si Penganggap                  : Berfikir langsung sebelum informasi datang.

«  Si Sepenggal                      : Pemotongan pemberian informasi.

«  Si Peremeh                        : Penanggapan yang terbalik terhadap informasi yang datang.

«  Si Penyenang                    : Pemberian informasi yang dilakukan dengan gaya yang menarik.

«  Si Pelupa                           : Pemberian informasi yang tidak jelas.

«  Si Pendebat                       : Penanggapan informasi yang sejelas – jelasnya atau balas membalas.

«  Si Talenan                         : Penuru terhadap semua orang.

Karakteristik komunikasi interpersonal :

ü  Mencakup aspek isi pesan dan hubungan.

ü  Partisipasi dan saling mempengaruhi.

ü  Ada hubungan saling ketergantungan

ü  Tidak dapat ditarik kembali

Prinsip komunikasi interpersonal :

§  Personalitas hubungan.

§  Empati.

§  Saling menghargai.

§  Menjaga keterbukaan dan iklim yang mendukung.

§  Memperlihatkan tingkah laku saling percaya.

§  Memperkuat rasa aman terhadap orang lain.

 

 

Komunikasi interpersonal termasuk : Pidato, komunikasi non verbal, komunikasi bawah sadar, dan komunikasi penyimpulan.

Memiliki komunikasi interpersonal yang baik mendukung proses seperti : Perdagangan, konseling, pelatihan bimbingan, pemecahan konflik.

Menumbuhkan hubungan interpersonal dalam komunikasi interpersonal.

1.       Percaya / trust : Faktornya ialah :

Karakteristik maksud orang lain : Sifat – sifat.

Hubungan kekuasaan.

Kualitas komunikasi dan sifatnya.

2.      Perilaku suportif : Ciri – cirinya :

o   Deskripsi.

o   Orientasi masalah

o   Spontanitas.

o   Empati

o   Profesionalisme.

o   Tidak mempertegas perbedaan.

3.      Sikap Terbuka

Menilai secara objektif : Kemampuan membedakan dengan mudah, melihat nuansa orientasi ke isi, pencarian informasi ke berbagai sumber, kesediaan mengubah keyakinan.

 

 

 

 

 

 

Public Speaking

By : Ka Agung

Unsur yang melekat pada diri manusia   : Bisa

                                                            Tahu

                                                            Mau (kunci utama)

Efektifitas komunikasi         : Efektif VS Efisien     

                                 Komunikasi pada saat yang tepat

                                 Komunikasi dengan cara yang tepat

                                 Komunikasi dengan menggunakan alat yang tepat

1.     Persiapan :

a)    Analisa yang psikologi          : Seleksi informasi / Egosentric

                                             How to people listen

b)    Analisa demografi        : Usia, Gender, Jenis kelamin

c)    Analisa situasional       : Tempat, Setting dll

d)   Buat kertas contekan

e)     Siapkan alat Bantu

2.    Pembukaan

a)    Masukkanlah dari sisi kiri

b)    Telapak tangan ke depan

c)    Hormati audiens, memuji

d)   Taklukan rasa grogi

e)     Modalitas bahasa

f)    Ungkapan bijak

g)   Tunjukkan mengapa orang mendengarkan uraian anda

h)   Apa manfaatnya

3.    Action

a)    Usahakan anda terlihat oleh audiens

b)    Pastikan suara anda terdengar oleh seluruh audiens

c)    Lakukan kontak mata

d)   Katakana dengan wajah

e)     Jangan tegang / menunduk / senyumlah

f)    Berpusat pada audiens

g)   Mainkan dengan kreatifitas

 

4.    Penutup

a)    Simpulkan pembicaraan

b)    Akhiri dengan kutipan kata- kata bijak sesuai tema

c)    Pertanyaan yang dramatis

d)   Buat audiens tersenyum di akhir

e)     Jika ide anda berupa ajakan, beri semangat, melakukannya.

 

Apa yang kita bicarakan adalah hal yang penting, namun cara kita menyampaikan lebih bermakna bagi pendengar.

Public speaking bukanlah sarana kita untuk menunjukkan kemampuan kita.

Kekuasaan Allah SWT-lah yang mengendalikan lisan kita.

Ketakutan akan hilang bila kita mau mencoba lakukan hal itu.