|
05 June 2007
Di Pundak Para Pendakwah
Matahari memutih dikala langkahnya terus berderap diatas pasir yang meleleh. Peluh dan darahnya menguap. Menebar wangi kasturi sampai ke atas Arsy’. Oh mujahid. Sampai kapan langkahmu berhenti? Masih jauhkah air susu dan madu dari telaga-telaga Atsar itu? Yang akan kau teguk untuk mengisi relung hatimu yang senantiasa haus akan cinta-Nya. Yang akan kau teguk untuk mengikis dinding-dinding hatimu dari debu-debu dunia. Yang akan kau teguk untuk mensujudkan hatimu di depan tahta keindahan semesta-Nya.
Dzikir-dzikir tak berkesudahan. Mengalun lebut diantara bibir muttaqin yang menggumam. Membelai setiap helai dedaunan dan rerumputan. Meresap ke setiap kelopak bunga-bunga merekah. Hiruplah wanginya dunia! Agar engkau kembali pada beningnya fitrah.
Oh yang meletakan risalah Muhammad SAW pada pundaknya. Seberapa beratkah risalah ini hingga gunung-gunung enggan menopangnya? Hingga mengalir deras darah para syuhada membanjiri istana para tirani. Oh yang meletakkan risalah Muhammad SAW pada pundaknya. Temuilah medan peperangan abadi antara haq dan batil di bumi jihad. Dan cepat atau lambat, terdengarlah pekik takbir kemenangan. Karena prasasti-prasasti masa lalu berkata, “Kebenaran tetaplah kebenaran, walau kebatilan menginjak-injaknya!”. Dan kebenaran selalu menang, karena Rabb semesta alam telah menetapkannya dalam Lauh Mahfuz.
Adakah kita menjadi bagian dari kepastian kemenangan ini???
Jakarta,22 Mei 2007
5 Jumadil Awal 1428 H
Jam 09:50 AM WIB
Afm
.png)



