|
13 May 2007
Seorang wanita yang ikut dalam bai’at aqobah,perang Uhud,perjanjian
Hudaibiyyah,perang hunain, dan perang Yammamah. Seorang yang
berjuang dalam menyebarkan dakwah islam dan memberikan kontribusi
yang sangat banyak dalam islam. Seorang wanita yang terputus
tanganyaketika dalam peperangan. Seorang yang mengalami 11 luka
dalam perang uhud, mengalami 11 luka pada perang Yammamah
ditambah terpotong tanganya.
Teman Rasullulah SAW di Surga
Telah bersinar cahaya Ilahi dan telah datang kebahagiaan yang
sempurna kepada Nusaibah,anak-anak,dan suaminya. Mereka
mendapat jaminan masuk surga menemani Rasullulah SAW Di Surga.
Itu terjadi pada perang Uhud. Anak-anaknya, Abdullah bin Zaid bin
‘ashim r.a. bercerita “ Aku ikut dalam perang Uhud bersama Rasullulah
SAW, ketika kaum muslimin melarikan diri dari medan perang. Aku dan
ibuku melindungi Rasullulah SAW. Beliau berkata ‘wahai Ibnu Ummu
‘Ammarah!’Aku menjawab,’Baik ya Rasullulah.’‘lempar!’ perintah
Rasullulah kepadaku.
Lalu aku melempar batu kepada salah satu kuda yang di tunggangi
pasukan kafir dan batu itu bersarang ke mata kuda itu. Kuda itu jatuh
bersama penunggangnya. Aku langsung melempari penunggang kuda itu
sehingga langsung mati. Rasullulah SAW langsung melihatku dengan
senyuman bahagia. Ketika itu ia melihat luka yang ada di tubuh ibuku,
lantas berkata,’ Bantu ibumu.obati lukanya, semoga Allah memberkahi
keluarga kalian. Kedudukan ibumu lebih mulia daripada si fulan dan si
fulan. Semoga Allah memberikan rahmat kepada keluarga kalian dan kedudukan suami ibumu lebih baik dari si Fulan dan si Fulan.’
Ibuku berkata,’mohonkan kepada Allah agar kami menjadi
pendampingmu di Surga’. Lalu Rasulullah berdo’a ya Allah jadikan
mereka pendampingku di Surga.’ Lalu ibuku berkata ‘sekarang aku
sudah tidak takut lagi dengan musibah di dunia. Demikian Ummu
‘Ammarah nusaibah binti ka’ab anshari kepada surga. Impianya telah
tercapai meskipun ia masih hidup di dunia
Perjalanan Hidup Nusaibah
Dia salah satu pemuka Bani Khazraj, penduduk yastrib. Pada saat itu
belum di sebut bangsa Anshar. Baru setelah Rasullulah Saw. Hijrah
dimana perkataanya menjadi bahan pembicaraan di jazirah Arab,
seruanya membahana di wilayah Arab, Al-Qur’an yang dibaca
membahana di mana-mana, seperti halnya syair yang selalu di
dendangkan.
Pada suatu sore, Nusaibah duduk bersama suami dan anak-anaknya.
Mereka membicarakan Muhammad,agama baru yang di bawanya, dan
Al-Qur’an yang di bawanya. Mereka membaca beberapa ayat Al-Qura’an
surat Yunus ayat 1-2.
Pada saat itu pula penduduk madinah yang beriman. Melalui delegasi
Rasullulah SAW. Mush’ab Bin Umair r.a. mereka sampaikan bahwa
mereka sangat rindu bertemu Rasulullah Saw, mereka ingin mendengar
langsung perkataanya dan melihat turunya wahyu kepada Rasulullah
SAW
Hingga akhirnya datanglah musim Haji. Lalu Rasulullah SAW
mengadakan pertemuan di bukit Aqabah. Beliau memerintahkan mereka
untuk tidak membangunkan orang tidur, serta menuju tempat itu dengan
sembuny-sembunyi, jangan sampai orang Qurais mengetahuinya
Ketika sampai mereka di bukit Aqabah dengan berjumlah70 orang
dan diantaranya adalah Nusaibah, Rasulullah SAW melakukan Baiat
dengan mereka untuk saling membantu satu dengan yang lainya, saling
melindungi perjanjian ini dari bangsa Qurais sampai datang pertolongan
dari Allah SWT kepada mereka.
Kemudian datang ayat yang memerintahkan pasukan islam untuk
memerangi orang-orang Quraisy, perang Badar lalu Perang Uhud dan
dalam perang itu Nusaibah ikut berbaris bersanma Pasukan islam.
Wanita pertama yang menjadi pasukan perang islam. Dia menghadapi
musuh-musuh Allah dengan sangat berani.
Serangan yang bertubi-tubi membuat tubuh Nusaibah terluka dan
bersimpuh darah. Dia terkapar dan tidak sadarkan diri. Beberapa
sahabat menemukanya dan perkataan pertama yang keluar dari mulutnya
ketika sadarkan diri adalah “di mana Rasulullah? Apa yang dilakukan
kaum musrikin terhadap beliau?”
Dijawab “Rasulullah selamatsebentar lagi beliau akan menemuimu.
Apakah kau tidak sadar bahwa lukamu sangat parah, darahmu terus
mengalir, tenagamu telah habis, dan anakmu baru tumbuh dewasa
mengapa kau menanyakan Rasulullah?”
Nusaibah menjawab,” Mereka bukan Nabi Muhammad mereka bukan
yang membawa risalah islam. Sesungguhnya aku berperang karenanya
dan aku siap mati karenanya (Risalah islam).” Nusaibah sadar kabar
tentang selamatnya Rasulullah telah memberikan semangat dalam dirinya sehingga dia lupa akan luka di dirinya.
Anak-anak Nusaibah : Abdullah dan Habib
Nusaibah seorang ibu yang sangat memperhatikan pendidikann anak-
anaknya, Abdullah dan Habib. Dipenuhi hati keduanya dengan keimanan,
jiwanya dengan keberanian dan fisiknya dengan kekuatan. Sehingga
Rasullulah mengakui keutamaan pada kedua anaknya, Abdullah dan
Habib dan mengajaknya dalam peperangan.
Apakah kamu tau apa yang dilakukan Musailamah kepada Habib?
Tidak ada pena yang mampu menceritakan kepadamu dan tidak ada
yang mampu kecuali dengan memerlukan energi yang cukup besar untuk
menggambarkan keberanian dan keteguhan imanya.
Dalam kitab Asadal-Ghabah bahwa Rasulullah menguirim habib
menemui Musailamah al-kadzdzab al-hanafi penguasa Yammamah.
Pada saat itu Musailamah berkata “apakah kamu bersaksi bahwa
Muhammad adalah Rasulullah?”
Habib menjawab ”Benar.”
Musailamah kembali berkata “Apakah kamu bersaksi bahwa aku adalah Rasulullah?”
Habib menjawab, “Aku tidak pernah mendengar itu” maka dipotong salah
satu anggota tubuhnya, dan terus dilakukan secara berulang-ulang
dengan memotong satu persatu anggota tubuhnya. Tidak lama setelah
kejadian itu Rasullulah SAW meninggal dunia. Kaum muslimin gempar
atas kematianya dan sebagian bangsa arab murtad. Kematian
Rasulullah semakin membuat musailamah sombong atas kekuatanya,
pengikut dan harta yang dimilikinya. Lalu Abu Bakar mengirim pasukan
islam yang di pimpin Khalid bin Walid. Di antara mereka asa Nusaibah
dan Anaknya Abdullah. Terjadi pertempuran yang sangat dahsyat antara
dua pasukan. Nusaibah dengan sangat gagah berani menghadang dan
membunuh pengikut Musailamah hingga akhirnya salah satu tanganya
terpotong. Sedang Abdullah terus menyerang Musailamah dan ingin
membunuhnya dengan pedangnya sendiri. Hingga akhirnya Musailamah
terbunuh.
Kematian Musailamah telah memdamkan api fitnah dalam tubuh kaum
muslimin. Khalid bin Walid memerintahkan kepada bani Hanifah untuk
kembali ke pangkuan islam dan menjadi pemeluk islam yang Taat.
Nusaibah kembali pulang dengan satu tangan dan satu anak Abdullah,
terpotongnya tangan Nusaibah hilang bersama kegembiraan atas
kemenangan kaum muslimin menghadapi pengikut Musailamah.
Akan tetapi, sangat di sayangkan, sejarah telah melupakan
Nusaibah. Telah tertutup mata kaum muslimin untuk mengetahui
kehidupanya setelah berperang melawan Musailamah. Meskipun
demikian, Nusaibah telah mendapat jaminan Surga dia bersama
keluarganya akan bersama Rasulullah di surga.
.png)



