Nusaibah Binti Ka'ab Al-Anshari

Print
PDF

Seorang wanita yang ikut dalam bai’at aqobah,perang Uhud,perjanjian

Hudaibiyyah,perang hunain, dan perang Yammamah. Seorang yang

berjuang dalam menyebarkan dakwah islam dan memberikan kontribusi

yang sangat banyak dalam islam. Seorang wanita yang terputus

tanganyaketika dalam peperangan. Seorang yang mengalami 11 luka

dalam perang uhud, mengalami 11 luka pada perang Yammamah

ditambah terpotong tanganya. 

Teman Rasullulah SAW di Surga      

Telah bersinar cahaya  Ilahi dan telah datang kebahagiaan yang

sempurna kepada Nusaibah,anak-anak,dan suaminya. Mereka

 mendapat jaminan masuk surga menemani Rasullulah SAW Di Surga.

 Itu terjadi pada perang Uhud. Anak-anaknya, Abdullah bin Zaid bin

‘ashim r.a. bercerita “ Aku ikut dalam perang Uhud bersama Rasullulah

SAW, ketika kaum muslimin melarikan diri dari medan perang. Aku dan

ibuku melindungi Rasullulah SAW. Beliau berkata ‘wahai Ibnu Ummu

‘Ammarah!’Aku menjawab,’Baik ya Rasullulah.’‘lempar!’ perintah

Rasullulah kepadaku.      

Lalu aku melempar batu kepada salah satu kuda yang di tunggangi

pasukan kafir dan batu itu bersarang ke mata kuda itu. Kuda itu jatuh

bersama penunggangnya. Aku langsung melempari penunggang kuda itu

 sehingga langsung mati. Rasullulah SAW langsung melihatku dengan

senyuman bahagia. Ketika itu ia melihat luka yang ada di tubuh ibuku,

lantas berkata,’ Bantu ibumu.obati lukanya, semoga Allah memberkahi

 keluarga kalian. Kedudukan ibumu lebih mulia daripada si fulan dan si

fulan. Semoga Allah memberikan rahmat kepada keluarga kalian dan kedudukan suami ibumu lebih baik dari si Fulan dan si Fulan.’    

Ibuku berkata,’mohonkan kepada Allah agar kami menjadi

pendampingmu di Surga’. Lalu Rasulullah berdo’a ya Allah jadikan

mereka pendampingku di Surga.’ Lalu ibuku berkata ‘sekarang aku

sudah tidak takut lagi dengan musibah di dunia. Demikian Ummu

‘Ammarah  nusaibah binti ka’ab anshari kepada surga. Impianya telah

tercapai meskipun ia masih hidup di dunia 

Perjalanan Hidup Nusaibah     

Dia salah satu pemuka Bani Khazraj, penduduk yastrib. Pada saat itu

belum di sebut bangsa Anshar. Baru setelah Rasullulah Saw. Hijrah

dimana perkataanya menjadi bahan pembicaraan di jazirah Arab,

seruanya membahana di wilayah Arab, Al-Qur’an yang dibaca

membahana di mana-mana, seperti halnya syair yang selalu di

dendangkan.       

 Pada suatu sore, Nusaibah duduk bersama suami dan anak-anaknya.

 Mereka membicarakan Muhammad,agama baru yang di bawanya, dan

Al-Qur’an yang di bawanya. Mereka membaca beberapa ayat Al-Qura’an

 surat Yunus ayat 1-2.       

Pada saat itu pula penduduk madinah yang beriman. Melalui delegasi

Rasullulah SAW. Mush’ab Bin Umair r.a. mereka sampaikan bahwa

mereka sangat rindu bertemu Rasulullah Saw, mereka ingin mendengar

langsung perkataanya dan melihat turunya wahyu kepada Rasulullah

SAW       

Hingga akhirnya datanglah musim Haji. Lalu Rasulullah SAW

mengadakan pertemuan di bukit Aqabah. Beliau memerintahkan mereka

 untuk tidak membangunkan orang tidur, serta menuju tempat itu dengan

sembuny-sembunyi, jangan sampai orang Qurais mengetahuinya   

 Ketika sampai mereka di bukit Aqabah dengan berjumlah70 orang

dan diantaranya adalah Nusaibah, Rasulullah SAW melakukan Baiat

dengan mereka untuk saling membantu satu dengan yang lainya, saling

melindungi perjanjian ini dari bangsa Qurais sampai datang pertolongan

 dari Allah SWT kepada mereka.       

 Kemudian datang ayat yang memerintahkan pasukan islam untuk

 memerangi orang-orang Quraisy, perang Badar lalu Perang Uhud dan

dalam perang itu Nusaibah ikut berbaris bersanma Pasukan islam.

Wanita pertama yang menjadi pasukan perang islam. Dia menghadapi

 musuh-musuh Allah dengan sangat berani.       

Serangan yang bertubi-tubi membuat tubuh Nusaibah terluka dan

bersimpuh darah. Dia terkapar dan tidak sadarkan diri. Beberapa

sahabat menemukanya dan perkataan pertama yang keluar dari mulutnya

 ketika sadarkan diri adalah “di mana Rasulullah? Apa yang dilakukan

kaum musrikin terhadap beliau?”       

Dijawab “Rasulullah selamatsebentar lagi beliau akan menemuimu.

 Apakah kau tidak sadar bahwa lukamu sangat parah, darahmu terus

mengalir, tenagamu telah habis, dan anakmu baru tumbuh dewasa

mengapa kau menanyakan Rasulullah?”       

Nusaibah menjawab,” Mereka bukan Nabi Muhammad mereka bukan

yang membawa risalah islam. Sesungguhnya aku berperang karenanya

dan aku siap mati karenanya (Risalah islam).”  Nusaibah sadar kabar

tentang selamatnya Rasulullah telah memberikan semangat dalam dirinya sehingga dia lupa akan luka di dirinya. 

Anak-anak Nusaibah : Abdullah dan Habib         

Nusaibah seorang ibu yang sangat memperhatikan pendidikann anak-

anaknya, Abdullah dan Habib. Dipenuhi hati keduanya dengan keimanan,

 jiwanya dengan keberanian dan fisiknya dengan kekuatan. Sehingga

Rasullulah mengakui keutamaan pada kedua anaknya, Abdullah dan

Habib dan mengajaknya dalam peperangan.       

 Apakah kamu tau apa yang dilakukan Musailamah kepada Habib?

Tidak ada pena yang mampu menceritakan kepadamu dan tidak ada

yang mampu kecuali dengan memerlukan energi yang cukup besar untuk

menggambarkan keberanian dan keteguhan imanya.       

 Dalam kitab Asadal-Ghabah  bahwa Rasulullah menguirim habib

 menemui Musailamah al-kadzdzab al-hanafi penguasa Yammamah.

Pada saat itu Musailamah berkata “apakah kamu bersaksi bahwa

Muhammad adalah Rasulullah?”       

  Habib menjawab ”Benar.”        

Musailamah kembali berkata “Apakah kamu bersaksi bahwa aku adalah Rasulullah?”          

Habib menjawab, “Aku tidak pernah mendengar itu” maka dipotong salah

 satu anggota tubuhnya, dan terus dilakukan secara berulang-ulang

dengan memotong satu persatu anggota tubuhnya. Tidak lama setelah

 kejadian itu Rasullulah SAW meninggal dunia. Kaum muslimin gempar

 atas kematianya dan sebagian bangsa arab murtad. Kematian

Rasulullah semakin membuat musailamah sombong atas kekuatanya,

 pengikut dan harta yang dimilikinya. Lalu Abu Bakar mengirim pasukan

islam yang di pimpin Khalid bin Walid. Di antara mereka asa Nusaibah

dan Anaknya Abdullah. Terjadi pertempuran yang sangat dahsyat antara

dua pasukan. Nusaibah dengan sangat gagah berani menghadang dan

membunuh pengikut Musailamah hingga akhirnya salah satu tanganya

 terpotong. Sedang Abdullah terus menyerang Musailamah dan ingin

membunuhnya dengan pedangnya sendiri. Hingga akhirnya Musailamah

 terbunuh.      

  Kematian Musailamah telah memdamkan api fitnah dalam tubuh kaum

muslimin. Khalid bin Walid memerintahkan kepada bani Hanifah untuk

kembali ke pangkuan islam dan menjadi pemeluk islam yang Taat.

 Nusaibah kembali pulang dengan satu tangan dan satu anak Abdullah,

terpotongnya tangan Nusaibah hilang bersama kegembiraan atas

kemenangan kaum muslimin menghadapi pengikut Musailamah. 

Akan tetapi, sangat di sayangkan, sejarah telah melupakan

Nusaibah. Telah tertutup mata kaum muslimin untuk mengetahui

kehidupanya setelah berperang melawan Musailamah. Meskipun

demikian, Nusaibah telah mendapat jaminan Surga dia bersama

keluarganya akan bersama Rasulullah di surga.